Keterbatasan kapasitas media penyimpanan dapat disiasati dengan memberlakukan group dan user quota di server storage. Walaupun kebijakan seperti ini mungkin akan menambah pekerjaan seorang sysadmin namun akan sangat bermanfaat bila diterapkan dengan benar. Kuota memungkinkan kita untuk membatasi ruang harddisk di server NAS/SAN yang dapat digunakan oleh group maupun user.
Tanpa kuota, para pengguna mungkin akan menyimpan segala berkas yang
bahkan mungkin tak ada kaitannya dengan pekerjaan tanpa batasan (unlimited).
Distro OpenFiler menyediakan cara konfigurasi yang sangat mudah untuk pengaturan kuota berdasarkan group, user, dan guest. Berikut ini adalah panduan setting disk quota di OpenFiler.
Per Group Quota
Login terlebih dahulu ke web administrasi OpenFiler, klik menu Group Quota di tab Quota.
Pilih volume yang akan dibatasi kuotanya, lalu klik tombol Change.
Apabila ada beberapa grup yang sudah dibuat di sistem, kita dapat
mengatur kuota untuk semua grup secara bersama dengan mengisi jumlah
kuota di form bagian atas lalu memilih grup yang akan mendapatkan kuota itu. Klik tombol Apply untuk menerapkan perubahan ini.
Kita juga dapat memberikan kuota berbeda untuk setiap grup dengan mengisi langsung di form bagian bawah, lalu klik tombol Apply di sebelah kanan.
Per User Quota
Klik menu User Quota di panel kanan untuk melakukan pengaturan user quota. Sama halnya seperti pengaturan group quota, kita dapat memberikan kuota yang sama besarnya secara bersamaan untuk beberapa user atau kuota yang berbeda untuk masing-masing user. Jangan lupa untuk selalu klik Apply setelah mengisi jumlah kuota.
Guest Quota
Pengaturan kuota ini berlaku untuk semua pengguna selain user/group
terdaftar yang mempunyai akses mengunggah berkas ke server OpenFiler.
Dengan kata lain, pengaturan ini adalah kuota untuk umum (public). Pengaturannya dapat dilakukan dengan klik menu Guest Quota di panel kanan, tentukan besarnya kuota, lalu klik tombol Apply.
Manajemen Hardisk Pada Server
Yak kali ini saya akan memposting cara mensetting partisi hardisk di Ubuntu Server.
Mau tau gimana caranya? Yuk mareeh kita liat tutorial berikut :)
Cekidot gan :D
1. Langkah pertama install ubuntu servernya. Pada saat setinggan Partition disk kita pilih “manual”
2. Lalu pilihlah pilihan yang telah ditandai warna hitam dan enter
3. Lalu pilihlah pilihan yang telah ditandai warna hitam dan enter
4. Lalu tekan enter pada “free space”. Partisi pertama yaitu untuk “swap” terlebih dahulu.
5. Pilih “create a new partition”
6. Dan atur kapasitas hardisk yg akan dipartisi. Pada saat partisi untuk “swap” pastikan kapasitasnya dua kali lipat atau boleh lebih dari memory RAM.
7. Kemudian pilih “primary”
8. Pilih beginning dan tekan enter
9. Pada partisi pertama kita buat untuk swap. Tekan enter pada “Ext4 ….” dan pilih “swap area”
Nah pilihlah swap area
10. Karena saya akan membuat 3 partisi maka kita akan mensettingnya lagi satu persatu. Tekan enter pada tampilan tersebut. Pada partisi kedua yaitu di / (root).
11. Pilih “create a new partition”
12. Dan atur kapasitas hardisk yg akan dipartisi
13. Dan pilih “primary”
14. Pilih beginning dan tekan enter
15. Pada partisi kedua tentukan “mount point” nya berada di / (root). Dan tekan enter
16. Pada partisi ketiga yaitu di /home dan pada tampilan “type for the new partition” kita pilih “logical”. Pada tampilan ini tekan enter saja pada “free space”
17. Pilih “create new partition”
18. Dan atur kapasitas hardisk yg akan dipartisi
19. Nah pada tampilan ini kita pilih logical.
20. Pilih beginning dan tekan enter
21. Pada partisi ketiga kita tentukan “mount point” nya berada di /home. Dan tekan enter
22. Jika sudah pilih “finish partitioning ……” dan tekan enter
23. Kemudian pilih yes untuk memulai pastisi hardisk
24. Jika sudah, sekarang kita cek dengan menggunakan perintah tersebut
Dan ini adalah tampilannya, yang ditandai merah itu adalah partisi yang telah kita buat tadi.
Semoga bermanfaat :)
Kalo ada gambar yg kurang jelas, diklik aja gan hehe :D
Pengertian Remote Server
![]() |
| Gambar 1. Remote server diakses melewati local server, dan client hanya memelihara satu koneksi ke local server |
remote server lebih terbatas dalam hal fungsionalitas dan sedikit lebih memakan waktu untuk membangunnya daripada linked server. Dibawah ini adalah beberapa langkah untuk membangun remote server:
1. Tentukan local ataupun remote server di kedua server.
2. Konfigurasi setiap server untuk akses remote.
3. Pada remote server, tentukan metode untuk pemetaan login dan user ke login dan user milik server.
4. Tentukan pilihan remote untuk pengecekan password.
Jika anda mengkoneksikan diantara banyak SQL Server 2000 atau SQL Server 7.0 server, yang terbaik adalah jika kita bangun kesemuanya sebagai linked server. Bagaimanapun juga jika anda membutuhkan untuk mengeksekusi remote procedure calls pada seri sebelum SQL Server 7.0 server, anda akan perlu membangun remote server.
1. Pengertian Firewall
Firewall atau jika diartikan ke Bahasa Indonesia adalah dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.
Tembok-api digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.
Firewall terbagi menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut
Source : id.wikipedia.org
Firewall atau jika diartikan ke Bahasa Indonesia adalah dinding api adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah tembok-api diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan Internet.
Tembok-api digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke Internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, pemata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.
![]() | |||
| Ilustrasi Firewall |
2. Jenis-jenis Firewall
| Taksonomi Firewall |
- Personal Firewall: Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produk firewall lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System). Contoh dari firewall jenis ini adalah Microsoft Windows Firewall (yang telah terintegrasi dalam sistem operasi Windows XP Service Pack 2, Windows Vista dan Windows Server 2003 Service Pack 1), Symantec Norton Personal Firewall, Kerio Personal Firewall, dan lain-lain. Personal Firewall secara umum hanya memiliki dua fitur utama, yakni Packet Filter Firewall dan Stateful Firewall.
- Network Firewall: Network Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server. Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris. Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh personal firewall (packet filter firewall dan stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.
3. Fungsi Firewall
Secara mendasar, firewall dapat melakukan hal-hal berikut:- Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan
- Melakukan autentikasi terhadap akses
- Melindungi sumber daya dalam jaringan privat
- Mencatat semua kejadian, dan melaporkan kepada administrator
Source : id.wikipedia.org
Hari ini saya akan share,apa itu Arduino,Fungsinya,dan Bagian"nya
Arduino
adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source,
diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan
penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya memiliki
prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman
sendiri. Saat ini Arduino sangat populer di seluruh dunia. Banyak
pemula yang belajar mengenal robotika dan elektronika lewat Arduino
karena mudah dipelajari. Tapi tidak hanya pemula, para hobbyist atau
profesional pun ikut senang mengembangkan aplikasi elektronik
menggunakan Arduino. Bahasa yang dipakai dalam Arduino bukan
assembler yang relatif sulit, tetapi bahasa C yang disederhanakan
dengan bantuan pustaka-pustaka (libraries) Arduino. Arduino juga
menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler, sekaligus
menawarkan berbagai macam kelebihan antara lain:
*
Murah – Papan (perangkat keras) Arduino biasanya dijual relatif
murah (antara 125ribu hingga 400ribuan rupiah saja) dibandingkan
dengan platform mikrokontroler pro lainnya. Jika ingin lebih murah
lagi, tentu bisa dibuat sendiri dan itu sangat mungkin sekali karena
semua sumber daya untuk membuat sendiri Arduino tersedia lengkap di
website Arduino bahkan di website-website komunitas Arduino lainnya.
Tidak hanya cocok untuk Windows, namun juga cocok bekerja di Linux.
*
Sederhana dan mudah pemrogramannya – Perlu diketahui bahwa
lingkungan pemrograman di Arduino mudah digunakan untuk pemula, dan
cukup fleksibel bagi mereka yang sudah tingkat lanjut. Untuk
guru/dosen, Arduino berbasis pada lingkungan pemrograman Processing,
sehingga jika mahasiswa atau murid-murid terbiasa menggunakan
Processing tentu saja akan mudah menggunakan Arduino.
*
Perangkat lunaknya Open Source – Perangkat lunak Arduino IDE
dipublikasikan sebagai Open Source, tersedia bagi para pemrogram
berpengalaman untuk pengembangan lebih lanjut. Bahasanya bisa
dikembangkan lebih lanjut melalui pustaka-pustaka C++ yang berbasis
pada Bahasa C untuk AVR.
*
Perangkat kerasnya Open Source – Perangkat keras Arduino berbasis
mikrokontroler ATMEGA8, ATMEGA168, ATMEGA328 dan ATMEGA1280 (yang
terbaru ATMEGA2560). Dengan demikian siapa saja bisa membuatnya (dan
kemudian bisa menjualnya) perangkat keras Arduino ini, apalagi
bootloader tersedia langsung dari perangkat lunak Arduino IDE-nya.
Bisa juga menggunakan breadoard untuk membuat perangkat Arduino
beserta periferal-periferal lain yang dibutuhkan.
KELEBIHAN
ARDUINO
Tidak
perlu perangkat chip programmer karena didalamnya sudah ada
bootloadder yang akan menangani upload program dari komputer.
Sudah
memiliki sarana komunikasi USB, Sehingga pengguna laptop yang tidak
memiliki port serial/RS323 bisa menggunakannya.
Memiliki
modul siap pakai ( Shield ) yang bisa ditancapkan pada board arduino.
Contohnya shield GPS, Ethernet,dll.
SOKET
USB
Soket
USB adalah soket kabel USB yang disambungkan kekomputer atau laptop.
Yang berfungsi untuk mengirimkan program ke arduino dan juga sebagai
port komunikasi serial.
INPUT/OUTPUT
DIGITAL DAN INPUT ANALOG
Input/output
digital atau digital pin adalah pin pin untuk menghubungkan arduino
dengan komponen atau rangkaian digital. contohnya , jika ingin
membuat LED berkedip, LED tersebut bisa dipasang pada salah satu pin
input atau output digital dan ground. komponen lain yang menghasilkan
output digital atau menerima input digital bisa disambungkan ke pin
pin ini.
Input
analog atau analog pin adalah pin pin yang berfungsi untuk menerima
sinyal dari komponen atau rangkaian analog. contohnya ,
potensiometer, sensor suhu, sensor cahaya, dll.
CATU
DAYA
pin
pin catu daya adalah pin yang memberikan tegangan untuk komponen atau
rangkaian yang dihubungkan dengan arduino. Pada bagian catu daya ini
pin Vin dan Reset. Vin digunakan untuk memberikan tegangan langsung
kepada arduino tanpa melalui tegangan pada USB atau adaptor,
sedangkan Reset adalah pin untuk memberikan sinyal reset melalui
tombol atau rangkaian eksternal.
Baterai
/ Adaptor
Soket
baterai atau adaptor digunakan untuk menyuplai arduino dengan
tegangan dari baterai/adaptor 9V pada saat arduino sedang tidak
disambungkan kekomputer. Jika arduino sedang disambungkan kekomputer
dengan USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB, Jika tidak
perlu memasang baterai/adaptor pada saat memprogram arduino.























